Entri Populer

Jumat, 25 Maret 2011

Jalan Nagori Tiga Bolon Perlu Perbaikan

MedanBisnis – Simalungun. Jalan sepanjang 6 km yang menghubungkan Nagori Tiga Bolon menuju Bahal Gajal, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun kondisinya parah. Meskipun warga di kedua Nagori ini melaporkan kerusakan jalan yang dibangun tahun 1982 saat JP Silitonga menjabat sebagai Bupati Simalungun, namun tidak ada tanggapan. Jalan ini menghubungkan beberapa dusun, yakni Manik Silo, Manik Rejo, Manik Siantar, Simpang Tiga dan Laut Tawar. (margaret)

Jalan di Labusel, Labura, Paluta Rusak Parah

Labuhan Batu.jpeg
Labuhan Batu– DPRD Sumut memprihatinkan jalan-jalan negara, propinsi, dan jalan lintas Sumatera di Labuhan Batu Selatan, Labuhan Batu Utara dan Padang Lawas Utara (Paluta) yang kondisinya mengalami kerusakan hebat selama beberapa tahun terakhir tanpa ada upaya perbaikan.
“Kami prihatin karena jalan-jalan tersebut dibiarkan saja sehingga mengganggu perekonomian daerah-daerah setempat,” kata  anggota DPRD Sumut H Amarullah kerusakan terparah terlihat di ruas jalan Kecamatan Sigambal sampai dengan Hutagodang melalui Janji Manahan, Labuhan Batu Selatan sepanjang 31 km.
“Sejak ditinggalkan Bupati Labuhan Batu Banuorambe tahun 2000, kondisi jalan tidak mengalami perubahan sehingga sampai sekarang  sulit dilalui kendaraan roda empat,” kata Amarullah, yang bulan Juli lalu bersama Tim V DPRD Sumut melakukan kunjungan kerja ke Labuhan Batu, Labusel, dan Labura.
“Dulu jalan tersebut mulus, tetapi setelah dipegang penerusnya T Milwan dan kini Bupati Tigor, sarana itu rusak berat dan hingga kini tidak ada perbaikan sama sekali,” papar anggota dewan dari Dapem Labuhan Batu ini.
Selain di Sigambal,  juga memprihatinkan kondisi jalan propinsi di Kota Pinang sampai dengan perbatasan Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara, yang juga rusak berat. Kerusakan ini terjadi akibat dilalui kendaraan pengangkut kayu gelondongan melebihi 40 ton.
Kondisi yang sama juga ditemui di jalan antara Aek Kanopan ke Tanjung Leidong, Labuhan Batu Utara (Labura), khususnya di Kecamatan Kampung Masjid yang hingga kini belum dapat dilalui kendaraan roda empat. Kupak-kapik jalan pun ditemui di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Na  IX-X, Aek Nabara, Labura yang merupakan daerah pemekaran dari kabupaten Labuhan Batu induk diperkirakan sudah berlangsung lama. Kemudian, pembangunan jalan sepanjang 38 km yang menghubungkan Aek Nabara di Labura ke Toba Samosir.
“Herannya, jalan yang dananya bersumber dari APBD Sumut hanya dibangun  1 km dengan anggaran Rp1,6 miliar per paket. Kalau dihitung-hitung, maka jalan itu siap 38 tahun,” katanya. Ia mengimbau agar alokasi anggaran ditambah menjadi 4 km per anggaran dengan biaya sekitar Rp2 miliar, sehingga dapat direalisasikan dalam waktu singkat.
Nyaris Putus
Selain kondisi jalan lintas Sumatera di Asahan – Labuhanbatu rusak berat, ruas Jalinsum di Desa Air Teluk Kiri, Kecamatan Air Batu nyaris putus. Kondisi jalan yang nyaris putus ini membuat setiap bus atau truk yang melintasinya harus antri dan hati-hati bila tidak masuk jurang atau akan mengalami kerusakan. Begitu juga di kawasan Jalinsum Labuhanbatu di Kecamatan NA IX-X kondisi jalan rusak berat.
Terhadap jalan yang rusak ini, para bupati untuk gesit mencari dana ke Pempropsu dan pintar melakukan lobi ke pusat.

“Mereka harus memiliki kemampuan melobi, dan jangan hanya menunggu karena itu jelas tidak ada gunanya,”

Amarullah juga minta para bupati bertindak cepat.  Kalau dibiarkan, sering terjadi lakalantas yang mengambil korban jiwa dan ekonomi lokal sebagai urat nadi dan penentu akan mengalami gangguan. Dijelaskan, dari 200 Km jarak Asahan – Labuhanbatu 60 persen rusak berat, biasanya waktu tempuh 2,5 jam kini menjadi 3,5 jam. :Ini jelas merugikan,” pungkasnya. (Jamasih)

Warga Desa Dolok Nauli Kecamatan Parmaksian Rindukan Perbaikan Jalan.

Dari beberapa jalan yang menuju Desa Dolok nauli Kecamatan Parmaksian sudah sangat parah kondisinya saat ini,salah satu contohnya berada di Desa Folok nauli menuju Desa Gala-gala pangkailan yang berada di Kecamatan Porsea,Kabupaten Toba Samosir .

gbr.jln menuju desa dolok nauli Tobasa
Lubang-lubang besar menganga bagaikan kubangan kerbau yang berada di tengah-tengah jalan maupun di sisi jalan.Lobang-lobang besar tersebut sudah lama di biarkan begitu saja sejak masa pemerintahan Sahala Tampubolon,namun sampai hari ini ,Sabtu 17/01/09 belum juga ada perhatian Pemerintah Daerah Toba Samosir.
Salah seorang warga yang bermarga Manurung yang berdomisili di Desa Dolok Nauli menuturkan “sejak beroperasionalnya Tambang pasir yang berada di Desa tersebut dan keluar masuknya truk-truk pengangkut pasir jalan tersebut menjadi hancur,kalau tidak salah tambang pasir tersebut sudah ada sewaktu Pemerintahan Tapanuli Utara dan pembukaan jalur Sungai Asahan.Jalan-jalan hancur lebut namun pemerintah ataupun penambang pasir yang berada di jalut Sungai Asahan sepertinya tidak perduli,padahal jalan tersebut merupakan akses utama menuju ke Desa Gala-gala Pangkailan Porsea dan akses utama menuju ke Kecamatan Siantar narumonda.
Beberapa warga yang lainnya menimpali kalau penambangan pasir tersebut di sinyalir tidak mempunyai izin operasional karena kami di Desa ini tidak tau persis siapa pemilik tambang pasir itu serta kontribusinya terhadap desa kami tidak ada,seperti contoh jalan lintas ini sambil menunjuk jalan yang berlobang yang berisikan air tersebut.Bila musim penghujan tiba lobang tersebut akan menjadi rata dan di tempat ini sering terjadi kecelakaan apabila sepeda motor melintas apa bila tidak hati-hati melintasi jalan tersebut.
Kadang kala kami kasihan melihat anak-anak sekolah melintas dari areal ini,mereka siswa-siswa dari sekolah masing-masing bila menuju ke rumahnya tidak bisa lagi mengelak apabila ada truk pengangkut pasir lewat.Kami menduga aparatur Kecamatan Parmaksian tidak mau tau akan kondisi jalan tersebut akibat tidak adanya pemasukan dari penambangan pasir tersebut.
Besar harapan kami warga desa Dolok Nauli kepada Pemkab Toba Samosir dan DPRD Toba Samosir dapat memperhatikan pembangunan sarana dan prasarana di Desa kami terutama Kecamatan Parmaksian yang baru di mekarkan dari Kecamatan Porsea pada tahun 2008 yang lalu dapat di pacu agar yercapainya penbangunan yang merata.(silaban)

                              Jalan Tembus Langkat - Karo Perlu Perbikan

Tanah Karo(KN)                                                                                                                                  JALAN tembus menghubungkan Kabupaten Langkat dan kabupaten Tanah Karo, kini rusak parah. Ruas jalan sudah kupak kapik, aspal terkelupas hingga meningggalkan batu berserakan. Menurut warga, jalan tembus itu pertama dan terakhir kali diaspal pada masa pemerintahan Soeharto.

Rusaknya jalan membuat puluhan desa di dua kawasan terisolasi. Warga berharap agar pemerintah segera membangun jalan tersebut. Dua pelajar SMU mengendarai sepeda motor melewati Desa Simpang Sukaramai, Kecamatan Sei Bingei,Langkat, terpaksa ekstra hati-hati menghindari kubangan jalan.(Kaban)

Selasa, 22 Maret 2011

KAPOLDASU YANG BARU DILANTIK HARI INI

                                                             
                                             IRJEN WISJNU AMAT SASTRO - KAPOLDASU yg baru
                                                                                                                                           
Medan(KN)
Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro bersama istri menerima wisgara di Mapolda Sumut, .
Kapolda Sumut yang baru, Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro SH dan istri Mutiara beru Sitepu disambut kesenian adat Karo dan Melayu, Selasa (22/3) pukul 09.00 WIB.
Penyambutan yang digelar di gerbang utama Mapolda Sumut dipimpin Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sahala Allagan, diikuti seluruh pejabat utama dan personil serta pegawai negeri sipil (PNS).
Dalam penyambutan  menghadirkan grup tarian dan musik adat Karo dan Melayu tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan Mutiara beru Sitepu diberi Wisgara 
"Itu kegiatan tradisi penyambutan Kapolda baru. Kapolda Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro dan istri, Mutiara beru Sitepu diberi wisgara," jelas Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hery Subiansauri melalui Kasubbid Dokliput, AKBP MP Nainggolan, Selasa (22/3).
Sementara serahterima jabatan (Sertijab) Kapolda Sumut dari Irjen Pol Drs Oegroseno SH kepada Irjen Pol Drs Wisjnu Amat Sastro SH dilaksanakan hari ini, Rabu (23/3) pukul 09.00 di halaman KS Tubun Mapolda Sumut. Setelah itu, seluruh personil melepas Kapolda lama di pintu gerbang.
"Sertijab atau biasa disebut Parawell Parade Kapolda Sumut dilaksanakan besok (hari ini-red)," terang Nainggolan.
Kemudian, lanjutnya, pada malam hari dilaksanakan pisah sambut dan ramah-tamah di Tiara Convention Hall dihadiri unsur Muspida Sumut dan Medan serta sejumlah undangan lain.
Selanjutnya, Kamis (24/3) Kapolda lama Irjen Pol Drs Oegroseno akan diantar oleh Kapolda baru didampingi pejabat utama ke Bandara Polonia. "Setelah itu Kapolda yang baru akan memberi pengarahan kepada personil di Aula Tribrata," jelasnya. (wal)

Senin, 21 Maret 2011

AKIBAT SUPIR MOBIL TIDAK BERTANGUNG JAWAB SEORANG KEPALA KELUARGA TERGELETAK DI RUMAH SAKIT.

Medan(KN)                                                                                                                                               Seorang kepala keluarga harus kerja keras menghidupi keluarganya.Tapi untung tak dapat diraih malang tak dapat ditolak .Inilah yang dialami seorang buruh pabrik bernama Anas Johari  55 tahun warga jalan alfaka III Tanjung Mulia medan Pagi itu sabtu (19/3) jam 6 15 Anas johari keluar dari rumah seperti biasa dengan mengenderai Yamaha Jupiter MX BK 3556 IU menuju jalan Yos Sudarso menuju tempat kerjaanya PT Growt Sumatera di Komplek KIM I . Pas didepan Pabrik Indusatri Karet Deli sebuah mobil Box berwarna putih memotong dari arah berlawanan menabraknya hingga tercampak .
Dan Mobil Box tersebut lari.untung masyarakat yang berada disekitar tempat tersebut membawa kerumah sakit Marta Friska Brayan Medan. Kedua kakinya patah terpaksa dioperasi diberi pen kata dokter yang merawatnya
Sangat diharapkan agar orang yang menabrak Anas Johari berani bertang jawab

ADA YANG SALAH KETIKA PEMKO MEDAN MEMBERI IZIN PEMBANGUNAN PERUMAHAN SETIA BUDI TWON HOUSE.

Medan-(KN)                       
Ada yang salah ketika Pemko Medan melalui Dinas Tata Ruang Tata Bangunan (TRTB) memberi izin pembangunan " Perumahan Setia Budi Twon House " Jalan Dwi Kora Tanjung Rejo Medan Sunggal.
Menurut Ibu Sumanti tinggal jalan  Dwi Kora , tanahnya bersebelahan  dengan komplek perumahan ' Setia Budi Town House "  menemui reporter Kiprah Nusantara  baru- baru ini.
Dalam Izin TRTB hanya memberi IMB 12 ruko Lt 2/3.tapi ternyata dibangun 22 unit .
Sewaktu rumah itu dibangun tak ada satu surat pun yang ditanda tangani warga pernyataan tidak keberatan dibangun perumahan itu di wilayah mereka.                      
Warga yang ada disekitar komplex keberatan dibangun perumahan di wilayah mereka .
Apalagi pihak pengembang ' Setia Budi Town House " sewenag wenang dalam membangun .Dan mengukur tanah lebih hingga mengambil ukuran tanah masyarakat .
Sewaktiu membangun pengembang membuat perancah tangga leber lebih kurang satu meter melewati batas tanah komplex  " Setia Budi Town House " tumpahan adukan semen dan pecahan batu bata menjadi limba di  tanah masyarakat .
Apa ada perbeda hukum antara si kaya dan si miskin di kota medan ini kata ibu  sumanti,  ini yang tidak kita mengerti .                                                                                                                                     
Selain mensejah terakan masyarakat Medan dari kebutuhan sembako .Pemko Medan juga harus     menyama ratakan setatus hukum antara si kaya dan si miskin di kota Medan .Antara pengembang dan masyarakat di sekitarnya .
Yang heranya masyarakat ini sudah membuat pengaduan ke Komisi D DPRD Medan .Tapi DPRD Medan lebih berpihak pada pengembang dari pada masyarakat.
Mudah mudahan tidak ada anggota DPRD Medan agen pengembang dalam membeck up bangunan di kota Medan, dan lebih berpihak pada pengembang dari pada masyarakat yang mewakili mereka .
Jika ada sangat diharapkan partai politik dari mana dia berasal segera merekol kadernya yang sudah melukai hati masyarakat yang akhirnya menghancurkan partai itu sediri .dalam pemilu tahun 2014 nanti(002).


                                                                                                              
                                                                                                                  Karena ada istilah walaupun langit masih biru tapi padi sudah  menguning.Dan merah tanda berani.(002)