Entri Populer

Selasa, 17 Mei 2011

SEBANYAK 1.190 Bal TEMBAKAU DELI AKAN DILELANG AKHIR BULAN INI DI BREMEN, JERMAN OLEH PTPN II TANJUNG MORAWA SUMUT

Dirut PTPN II Batara Muda Nasution



Medan(KN)
Kepala Humas PTPN II Tanjung Morawa Rahmuddin mengatakan lelang tembakau Deli sebanyak 1.190 bal di Bremen, Jerman akan mengikuti sistem pelelangan tembakau yang baru dengan terlebih dahulu mengirimkan contoh tembakau.dengan melakukan sistem pelelangan yang baru pihak PTPN II dapat melakukan efisiensi biaya disebabkan mahalnya biaya penyimpanan atau gudang di Jerman.

foto basmi hama tembakau Lahan tanaman tembakau deli PTPN II diDeli Serdang Sumatera Utara

  Menurut penuturan Rahmudin selama ini tembakau yang dikapalkan ke Jerman harus disimpan di salah satu gudang di Bremen,Jerman yang biayanya sangat mahal.Dengan melakukan sistem pelelangan yang baru pihaknya dapat menghemat biaya penyimpanan atau gudang di Jerman.
  Ditambahkan lagi oleh beliau lelang tembakau Deli yang tidak laku harus di simpan di gudang dan menunggu giliran untuk pelelangan berikutnya di tahun depan.Dengan mekanisme yang mengacu pada sistem pelelangan yang baru, pihaknya dapat melakukan penghematan dikarenakan pengapalan tembakau dari belawan Medan dapat dilakukan menunggu hasil pemenang lelang ditetapkan,sesuai dengan sistem pelelangan yang baru di Bremen,Jerman yang mengacu pada sistem Letter Of Intent(LOI),melalui keagenan di kota tersebut.
  Tujuan dan langkah yang dimaksud ujar Rahmudin''Gunanya untuk menaikkan daya tawar PTPN II kepada pembeli luar negeri dengan mengubah sistem yang lama dengan sistem pelelangan tembakau Deli yang baru''.Dan satu lagi dikatakan oleh beliau bahwasannya pasokan dan permintaan dapat dijaga dengan membawa contoh barang di pelelangan.Pihak PTPN II Tanjung Morawa juga sudah dapat menyimpan tembakau Deli yang tidak laku dilelang di gudang penyimpanan di SUMUT,juga akan melelang tembakau Deli yang tersisa kepada perusahaan dalam negeri. 

 Menurut Direktur perencanaan dan pemasaran PTPN II Tanjung Morawa Brani Purba juga menegaskan dengan menggunakan sistem pelelangan tembakau Deli yang baru pada tahun ini dapat mengurangi biaya pemasaran, juga sistem pelelangan yang baru ini mengarah pada penciptaan efisiensi pengembangan antara pasokan dan permintaan hingga dapat menekan biaya penyimpanan.Dan produksi tembakau Deli di pasar Global beberapa tahun ini harganya tidak sesuai dengan harapan dikarenakan mendapat tekanan dari pembeli luar negeri,selain itu dengan mengubah sistem pelelangan yang lama dengan sistem pelelangan yang baru dapat menaikkan posisi tawar PTPN II dalam penjualan tembakau Deli'',ujar beliau dengan optimis''(ak)

Senin, 16 Mei 2011

DPRD SUMUT : Ada peningkatan Nilai Kelulusan Di Sumatera Utara

Logo Pendidikan.jpg



IMG02070-20110421-1010.jpg
Pelajar SMA Negeri 2 Binjai bersalaman kepada kepala sekolah dan guru setelah pelaksanaan ujian nasional, Kamis (21/4).


Medan (KN)
Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Aduhot Simamora. "Kita sangat apresiasi tingkat kelulusan yang dari tahun ketahun semakin meningkat," kata Aduhot di Medan, Selasa (17/5).

Tingkat kelulusan yang mencapai 97,79 persen untuk SMA/MA dan 99,67 persen untuk SMK menurutnya capaian yang baik. Karena masih di atas angka kelulusan secara nasional yaitu untuk SMA/MA 99,23 persen dan SMK 99,51 persen. Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh instansi terkait sehingga tidak ditemukan kecurangan seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

"Biarpun ada isu-isu yang mencoba mencampuri konsentrasi pelaksanaan UN, panitia tetap fokus," katanya. Sehingga hasil yang diperoleh pun lebih baik. Hal itu menandakan adanya kepatuhan terhadap peraturan demi memperoleh kualitas ppendidikan yang lebih baik di Sumatera Utara

Minggu, 15 Mei 2011

Polreta Medan Terus Memburu Pelaku Penganiayaan Masfar Sikumbang.

http://nababan.files.wordpress.com/2010/11/117.jpg
 Medan
Sampai saat ini Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga melalui Kasat Reskrim Kompol Fadillah Zulkarnaen mengatakan , Minggu (15/5) sore."Kami akan terus mengejar pelaku penyiraman soda api terhadap PNS Pemprovsu Ir Masfar Sikumbang di beberapa lokasi yang diduga menjadi persembunyian tersangka MPS," ujar Kompol Fadillah Zulkarnaen.
Biasa Polisi Harus Ungkap"
Keempat tersangka yang ditahan masing-masing berinisial AZH (59) penduduk Jalan Semarang Binjai, Briptu AH (30) penduduk Jalan Abdul Majid Marelan, Brigadir Hm (30) warga Jalan Soekarno Hatta Kelurahan mencirim Binjai dan HP (30) warga Jalan Padang 17 Kelurahan Rambung Dalam Binjai Selatan.

"Otak pelaku, AZH sendiri merupakan abang sepupu orang nomor satu di Medan RH, menyerahkan diri, Jumat (13/5) sekitar pukul 14.30WIB,"  motif peristiwa penyiraman tersebut , cuhat putri Walikota Medan Linda Mora boru Harahap kepada pamannya AZH di Binjai yang mengatakan kalau dirinya, 18 April 2011 lalu saat melabrak Ir Masfar di kediamannya bersama ajudan AH ditunjang Masfar.


"Keseluruhannya dikenakan pasan 170 junto 351, pasal 55 dan 56 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 7-9 tahun penjara," mengamankan sejumlah barang bukti  Yamaha Vixion yang digunakan pelaku, baju pelaku dan baju korban saat kejadian, botol cuka, sendal

Awalnya Sat Reskrim Polresta Medan meringkus Hm di di kediamannya Jalan Soekarno Hatta Kelurahan Mencirim Binjai, Rabu (11/5) sekitar pukul 03.00WIB.

Perumahan Rakyat Tidak Didukung Dunia Perbankan di Indonesia

Rogram pemerintah dalam membangun perumahan rakyat di Indonesia kurang berkenan dalam bisnis perbankan di Indonesia . Padahal pembangunan perumahan rakyat menengah ke bawah orientasinya untuk kesejahtraan rakyat.


Perbankan luar biasa mengambil keuntungan dalam kredit perumahan mencapai 12 persen lebih. Negara tetangga Malaysia setahun hanya 6 persen," ujar Pengurus DPP Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI), Ir Echsanullah Khan MSc CPH ketika berjumpa rerporter Media Online Kiprah Nusantara dibandara polonia Medan


Jika situasi ini terus berlanjut tanpa ada pembenahan, sulit dibayangkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa memiliki rumah yang paling sederhana sekalipun," ujarnya.
Mantan Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat periode 2005-2010 ini 

mengatakan, sampai saat ini kelompok MBR sangat sulit untuk memiliki rumah sejahtera tapak (RST). Kesulitan itu sebenarnya tidak timbul karena ketidakmampuan MBR, melainkan makin maraknya rent sekker di era reformasi. 

Pemotongan Liar Dikota MedanHewan Segera Ditertibkan

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuKooPBF7BITuBRNVTEzHv6Fej5YEYo_mfDtsjmQwo-zDb0gvmHQf6Dw9i9vjlBvUD0naMMLZMxLFWff3EdbGq_3Y0nQKqEFaX9QUdfYjj-ojgu1IZ34M34SES7SzHBObKP1tOwtrxrRxu/s1600/1277101782Rahudman%2520harahap___.jpg
Penertiban tempat pemotongan hewan menjadi salah satu langkah membenahi perusahaan daerah tersebut.Sebab, selama ini terus merugi.”Kami akan bentuk tim untuk melakukan penertiban. Setelah itu akan dibenahi manajemen dan bangunan fisiknya,” jelas Wali Kota Medan Rahudman Harahap

Namun, jadwal penertiban ini tidak bisa disebutkannya. Rahudman hanya mengatakan mereka akan bertindak secepatnya. Setelah itu, secara perlahan- lahan bangunan fisik PD RPH,kandang hewan,dan lainnya diperbaiki. Sementara itu,Ketua Fraksi PAN DPRD Medan Ahmad Arief mengatakan, gaji di bawah standar UMK Medan (Rp 1.197.000) yang terjadi di PD RPH disebabkan kesalahan manajemen, bukan karena pemotongan liar. ”Manajemen perusahaan daerah tersebut harus direvitalisasi.

Dengan ditertibkannya tempat pemotongan liar,perusahaan daerah itu sudah bisa meningkatkan pendapatan dan memaksimalkan manajemennya. Selama ini, para pekerja di perusahaan ini mendapatkan gaji di bawah Upah Minimum Kota (UMK). Mereka diharapkan tidak lagi menerima Rp 800.000 dengan pembayaran sistem cicil.”Setelah itu mereka bisa meningkatkan pendapatan. Jangan saya dengar lagi gaji di bawah UMK, dicicil pula lagi itu,buat malu saja,”tambahnya.

Korupsi Dinas Binamarga Medan Sudah Tahap Keterangan Saksi Ahli

Gindo M Hasibuan,mantan Kadis Bina Marga Medan. 

Korupsi proyek drainase di Dinas Bina Marga Medan masih terus diselidiki Tipikor Poldasu                       Polda Sumut telah menyita barang bukti dokumen dari sembilan perusahaan (rekanan) terkait pelaksanaan proyek. Sebab diketahui, proyek tersebut dibagi menjadi 495 paket  terletak di 21 kecamatan dengan pagu sebesar Rp 38.810.760.150. Penyidik juga telah mengumpulkan sejumlah dokumen seperti poto copy surat perjanjian kontrak, surat pengangkatan KPA, PPTK, dan Panitia Pengadaan Barang dan Jasa.

Tim Tipukor Poldasu telah meiwawancarai secara tertulis  Dr Ir Gindo Maraganti Hasibuan, MM mantan  Kadis Bina Marga, Ahmad Buhari Siregar, ST pada saat itu sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ir Utuh Januar Sitompul, Mardian Habibi Gultom, ST, Suwito, Gindo Purba, ketiganya selaku Pejabat Teknis Kegiatan (PPTK), dan Eddy Zalman Saputra ST, MT selaku Ketua Panitia Pemilihan Langsung (PL).

Dalam pengerjaan proyek yang dilakukan secara penunjukan langsung (PL), penyidik menemukan adanya keterlibatan sembilan perusahaan dalam pengerjaan proyek tersebut. Kesembilannya adalah, CV Rahmat Abadi, CV Mustika Cemerlang, CV Rifki Faldo Abadi, CV Surya Gemilang, CV Mitra Anugrah, CV Rahmat, CV Wiraspati Kencana, CV Sumber Rezeki dan UD Perdana.

Jumat, 13 Mei 2011

Pekan Kedua jamaah Mesjid Al-Iklas solat dilapangan terbuka

 
MEDAN- Pekan kedua setelah dibongkarnya Masjid Al-Ikhlas di Jalan Timor, ratusan jamaah masjid tetap menggelar Salat Jumat di ruas jalan, Jumat (13/5). Di bawah teriknya matahari, mereka khusuk mengikuti rukun Salat Jumat dengan khatib dan imam Al-Ustad Drs H Mulkan Daulay.

Dalam khotbahnya, Mulkan Daulay mengajak jamaah untuk memakmurkan masjid serta jangan ada lagi masjid di Kota Medan yang tergusur untuk perluasan lahan perumahan maupun pusat bisnis lainnya.

Usai melakukan Salat Jumat, jamaah Masjid Al-Ikhlas mengikuti tausiah agama yang dibawakan Ketua Harian FUI Sumut Indra Suheri. Dalam tausiyahnya Indra Suheri mengajak umat Islam bersatu untuk mencegah kapitalis yang ingin menggusur masjid dan minta Masjid Al-Ikhlas kembali dibangun seperti semula.
Jamaah Masjid Al-Ikhlas Tetap Salat Jumat di Jalan

Selain itu, sejumlah ketua ormas Islam ikut memberikan tausiyah agama memberikan dukungan untuk menentang pembongkaran sejumlah masjid di Kota Medan yang digusur dan dihancurkan untuk perlebaran