Entri Populer

Minggu, 15 Mei 2011

Perumahan Rakyat Tidak Didukung Dunia Perbankan di Indonesia

Rogram pemerintah dalam membangun perumahan rakyat di Indonesia kurang berkenan dalam bisnis perbankan di Indonesia . Padahal pembangunan perumahan rakyat menengah ke bawah orientasinya untuk kesejahtraan rakyat.


Perbankan luar biasa mengambil keuntungan dalam kredit perumahan mencapai 12 persen lebih. Negara tetangga Malaysia setahun hanya 6 persen," ujar Pengurus DPP Asosiasi Perumahan Seluruh Indonesia (APERSI), Ir Echsanullah Khan MSc CPH ketika berjumpa rerporter Media Online Kiprah Nusantara dibandara polonia Medan


Jika situasi ini terus berlanjut tanpa ada pembenahan, sulit dibayangkan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa memiliki rumah yang paling sederhana sekalipun," ujarnya.
Mantan Deputi Bidang Perumahan Formal Kementerian Negara Perumahan Rakyat periode 2005-2010 ini 

mengatakan, sampai saat ini kelompok MBR sangat sulit untuk memiliki rumah sejahtera tapak (RST). Kesulitan itu sebenarnya tidak timbul karena ketidakmampuan MBR, melainkan makin maraknya rent sekker di era reformasi. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar